Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2022

Gempa Cianjur

 

Telah terjadi bencana gempa bumi dengan Magnitudo 5.8SR di Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022

Dalam bingkai #onemuhammadiyahoneresponse atau #omor lazismu mengajak sahabat sekalian untuk bergerak dalam berbagai upaya membantu saudara kita di Cianjur dan sekitarnya.

Kirimkan donasi terbaik Sahabat melalui :
BSI: 1144 7744 40
a/n Lazismu Kulon Progo
 
BPD DIY SYARIAH: 801 211 016 053
a/n Lazismu
 
Sertakan kode transfer 013 misal Rp. 1.000.013,-
 
Konfirmasi / jemput donasi: wa.me/6282264666499

Laporan donasi:

Rabu, 12 Oktober 2022

Longsor di Kulon Progo

  

Kulon Progo - Hujan lebat yang mengguyur pada Senin 11 Oktober 2022 menyebabkan longsor di beberapa titik di Kulon Progo. Tak hanya menyebabkan sejumlah jalan tertutup, material longsor juga menimpa sebagian rumah warga. Sedikitnya ada 10 rumah warga di Samigaluh dan Kalibawang yang dilaporkan tertimpa material longsor.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah membuka akses jalan dan bantuan logistik untuk para korban," disampaikan Sunar Wibawa MDMC Kulon Progo.

Mari kita ulurkan kepedulian kepada mereka yang tertimpa musibah.

Transfer ke nomor rekening:
💳 BSI:
(Kode: 451) 1144 7744 40
a/n LAZISMU KULON PROGO

💳 BPD DIY SYARIAH:
(Kode: 112) 801 211 016 053
a/n LAZISMU

Kode nominal transfer 013 misal transfer Rp. 100.013

Konfirmasi setoran WA: wa.me/6282264666499


Selasa, 20 September 2022

Zakat Penghasilan atau Zakat Profesi Wajib?

 


Dibandingkan dengan zakat fitrah dan bentuk zakat lainnya, Zakat Penghasilan dianggap paling realistis untuk dioptimalkan guna mendorong realisasi potensi zakat di atas. Tapi, sudahkah kita mengetahui hal-hal terkait Zakat Penghasilan? Apa itu Zakat Penghasilan dan bagaimana menurut kacamata Muhammadiyah?

Definisi Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan atau yang jamak dikenal sebagai Zakat Profesi merupakan ijtihad baru di dalam Islam. Meskipun Zakat Penghasilan secara eksplisit telah dipraktikkan pada masa Rasulullah melalui penarikan zakat untuk perdagangan, rikaz (harta karun), binatang ternak, zakat emas dan perak, tetapi Al-Quran dan Sunnah tidak memuat aturan hukum yang tegas mengenai zakat jenis ini.

Dalam khazanah fikih Islam pun, Penghasilan juga tidak dimasukkan dalam lima jenis objek wajib zakat seperti emas, perak dan uang simpanan, barang yang diperdagangkan, hasil bumi, hasil peternakan, hasil tambang. Imam Mazhab yang empat juga tidak memberi bahasan khusus terkait zakat ini.

Wacana Zakat Penghasilan baru muncul ketika seorang ulama Mesir Yusuf Al-Qaradhawi menulis kitab berjudul Fiqhus Zakah yang terbit pertama kali pada tahun 1969. Dalam kitab itu, Qaradhawi membahas Zakat Penghasilan yang dia istilahkan sebagai zakatu kasb al-amal wa al-mihan al- hurrah“, atau zakat atas penghasilan kerja dan profesi bebas.

Menjabarkan maksud Al-Qaradhawi, Didin Hafiduddin dalam Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak, dan Sedekah (2001) menjelaskan bahwa yang dimaksud Zakat Penghasilan adalah zakat yang dikenakan pada tiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendiri maupun bersama orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) yang memenuhi nishab. Misal profesi dokter, konsultan, advokat, dosen, arsitek, dan sebagainya.

Siapa Objek Wajib Zakat Penghasilan Menurut Muhammadiyah?

Melalui Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXV tahun 2000 di Jakarta, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan keputusan terkait Zakat Penghasilan. Hukum Zakat Penghasilan atau Zakat Profesi menurut Majelis Tarjih adalah wajib.

Kewajiban menzakatkan penghasilan tidak serta merta dilaksanakan. Tapi harus menunggu dua hal, yaitu tercapainya haul dan nisab.

Haul (perputaran waktu) adalah jumlah penghasilan bersih seseorang di tempat kerja bersangkutan selama satu tahun (12 bulan).

Sementara itu, nisab adalah batas minimal ditetapkan wajibnya zakat. Seseorang baru dibebani kewajiban Zakat Penghasilan jika jumlah penghasilan bersih seseorang itu selama 12 bulan mencapai nisab (ukuran) harga 85 gram emas 24 karat.

Jika dua hal itu terpenuhi, maka kadar Zakat Penghasilan sendiri ditetapkan sebesar 2,5%.

Sebagai contoh, jika seorang pegawai kantoran di Kota Sleman yang bernama Joko berpenghasilan Rp3.000.000,00 per bulan, maka penghitungan dimulai dengan cara mengurangi gaji pokok dengan kebutuhan pokok bulanan yang wajib.

Setelah gaji bersih nampak, misalnya Rp1.900.000,00 maka gaji bersih ini dikalikan haul atau putaran waktu (x 12). Hasil pengkalian itu (Rp22.800.000,00) diukur dengan nishab Zakat Penghasilan sesuai dengan harga 85 gr emas murni 24 karat.

Artinya, jika harga emas murni 24 karat per gram pada hari ini adalah Rp931.000,00 maka nisab Zakat Penghasilan adalah 85x harga emas per gram (85×931.000) adalah Rp79.135.000,00.

Dengan demikian, gaji bersih Joko yang telah dikalikan haul (12x) sebesar Rp22.800.000,00 itu tidak mencapai nishab harga 85 gram emas senilai Rp79.135.000,00. Dengan kata lain Joko tidak diwajibkan membayar zakat profesi.

Tapi bagaimana dengan orang lain yang berpenghasilan di atas Joko dan meraih nisab 85 gram emas? Tentu saja, seseorang itu wajib membayar zakat dengan cara 2,5 persen dari besaran gaji bersih bulanannya itu dipotong untuk membayar Zakat Profesi. Pembayaran pun bisa dilakukan per bulan atau secara kumulasi, yaitu sekali dalam setahun.

Syarat dan Dasar Hukum Wajib Zakat Penghasilan atau Profesi

Dalam buku Himpunan Putusan Tarjih, Zakat Penghasilan dilandasi oleh latar belakang bermunculannya pekerja profesional yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat.

Zakat Penghasilan kemudian dinilai layak untuk diwajibkan mengingat para petani yang bekerja keras dengan penghasilan rendah selama ini telah menjadi objek zakat (Zakat Pertanian). Jika Zakat Penghasilan tidak dimunculkan, dikhawatirkan justru akan muncul kesenjangan dan ketidakadilan sosial.

Dalam menetapkan hukum, Majelis Tarjih menggunakan metode istinbath melalui ijtihad bayani (dalil) untuk mendapatkan hukumnya. Majelis Tarjih pun mengambil keumuman perintah infak dalam Surat Al-Baqarah ayat 267 yang artinya adalah, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu..”

Kata ‘nafkahkanlah’ (anfiiquu) oleh Tarjih dimaknai zakat, sama seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 3 dan surat At-Taubah ayat 34. Istilah ‘anfiiquu’ ini kemudian dipertemukan dengan kaidah usul fikih ‘al ashlu fil amri lil wujuub’ atau yang artinya adalah “pada asalnya perintah itu memfaedahkan kewajiban hukum”.

Selanjutnya, Tarjih mengambil kata ‘hasil usahamu’ (maa kasabtum) untuk ditakhsiskan (disandingkan) dengan hadis Nabi. Tetapi karena keumuman dan kekhususan makna ini sama, maka hukum wajib ditetapkan untuk Zakat Penghasilan sesuai dua kaidah ushul berikut: “Dzikru ba’du afraadil-‘aammi al muwaafiqi lahu fil-hukmi laa yaqtadi-takhsiisa” atau Menyebutkan sebagian satuan dari lafaz ‘aam (umum) yang sesuai dengan hukumnya tidak mengandung ketentuan takhshish.

Dan Kaidah yang berbunyi “al-aammu ba’da-takhsiisi hujjatun fiil-baaqii” yang artinya lafaz ‘aam yang telah ditakhsish tetap dapat dijadikan hujjah pada makna yang masih tertinggal.

Lebih lanjut, Tarjih memandang bahwa mengambil keumuman lafaz dari ayat 267 Surat Al-Baqarah di atas lebih tepat daripada mempertahankan kekhususan sababun nuzul sesuai kaidah yang berbunyi “al-‘ibratu bi-‘umuumi-lafzi laa bi-khusuusis-sababi” (pelajaran) atau hukum dari suatu ayat Al-Quran diambil dari redaksi teksnya yang bersifat umum, bukan dari sebab turunnya yang bersifat khusus).

Terakhir, Tarjih memandang bahwa Zakat Penghasilan adalah perkara ibadah ijtima’iyah (ibadah sosial) dan bukan ibadah mahdah. Pemberlakuan Zakat Penghasilan dilakukan untuk mempersempit kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin.

Pemutusan kewajiban Zakat Penghasilan diperkuat dengan ayat 103 Surat At-Taubah dan ayat 7 Surat Al-Hasyr.

Lantas, pertanyaan menarik pun justru muncul dari penetapan status hukum wajib ini. Apakah seseorang muslim yang penghasilan bersihnya telah meraih nisab dan haul namun dengan sadar enggan membayar Zakat Penghasilan, apakah dia berdosa atau tidak? Wallahu ‘alam bis-showwab

sumber: https://muhammadiyah.or.id/zakat-penghasilan-atau-zakat-profesi-wajib-berikut-penjelasan-muhammadiyah/

Minggu, 18 September 2022

GUMREGAH NGOPENI SAMPAH

 

GALUR - Sedekah dengan memberikan sesuatu yang terbaik sudah sering kita laksanakan, bagaimana dengan sedekah dengan sesuatu yang layak kita buang? Inovasi ini dilaksanakan Kantor Layanan Lazismu Galur dengan mendirikan Bank Sampah.

Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan cara bersedekah sampah diantaranya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan tidak membuang benda yang sulit terurai ke tempat sampah, berarti kita sudah turut melestarikan lingkungan. Disisi lain jika sampah disedekahkan akan memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan bantuan.

Bank Sampah KL Lazismu Galur diresmikan pada 16 September 2022 di Lapangan Volly Tunas Jaya Patuk oleh Kepala Bidang Penaatan dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo Bapak Toni, S.IP. dihadiri pula oleh Panewu Galur, PCM Galur, Babinsa dan Bhabinkantibmas Galur serta tokoh masyarakat Tirtorahayu Galur.

Sebelum peresmian diadakan senam masal dengan tajuk Gumregah Ngopeni Sampah, dilanjutkan dengan pembagian bantuan untuk anak yatim dari hasil donasi sampah yang sudah terkumpul di bank sampah ini.

Siapa saja bisa berpartisipasi dalam kebaikan ini, jika ingin sampahmu bisa bermanfaat lebih ayo sedekahkan ke Lazismu.
 





 

Sabtu, 03 September 2022

Apresiasi Dai Muhammadiyah Lazismu Bangunkan Rumah

 

WATES - Lazismu Kulon Progo kembali menyelesaikan satu program pembuatan rumah. Kali ini program tersebut diperuntukan bagi da'i yang sudah lama berjuang di persyarikatan Muhammadiyah. Penerima manfaat adalah Bapak KH Kadirun, S.Sy pengasuh LKSA Darussubusi Beji Wates. Rumah diserahkan pada 3 September 2022 pada acara pengajian umum Sabtu pagi.
 
"Satu unit rumah seluas 84 m2 dengan total donasi sebesar 146,5 juta rupiah berdiri diatas tanah seluas 421 m2 yang separuhnya merupakan hibah tanah dari Bapak Jumarin dan separuhnya lagi pembelian Bapak Kadirun," disampaikan Heri Susanto dalam laporan kegiatan Lazismu.
 
"Ini merupakan kerja bersama kita dalam memberikan apresiasi kepada penggerak dakwah persyarikatan". kata Bapak Hamam Muttaqim ketika menyerahkan mockup dan sertifikat tanah.
 
"Semoga Bapak KH Kadirun semakin semangat dalam menebarkan ilmunya, tidak hanya di lingkungan Wates tapi di seluruh Kulon Progo." kata Bapak Jumarin dalam sambutannya.
 
Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian umum oleh Bapak Jumarin, pemotongan pita dan pembukaan pintu rumah oleh Bapak Budijono selaku perwakilan donatur.
 
Kegiatan diakhiri dengan pembagian tujuh puluh paket sembako dhuafa sebagai wujud kepedulian diberikan kepada warga sekitar yang membutuhkan.
 
Terima kasih seluruh donatur semoga berkah melimpah. Kami tunggu pada program Lazismu selanjutnya.
 


Senin, 28 Maret 2022

BKKBN dan Lazismu DIY Bantu Penanganan TBC pada Anak Stunting

 


Kulon Progo – Dalam rangka hari TBC sedunia 2022, BKKBN menggelar skrining TB pada anak stunting di Puskesmas pengasih II, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo. Dalam acara tersebut Lazismu DIY turut hadir dalam pemberian 100 paket beras kepada penerima manfaat keluarga anak stunting yang diberikan langsung oleh kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo. (26/3)

Melanjutkan program kerjasama pencegahan stunting bersama BKKBN, Lazism DIY berkontribusi penurunan angka stunting di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan memberikan pemenuhi gizi seimbang pada anak agar tetap terjaganya kesehatan dan terhindar dari penyakit terutama munculnya Tuberkulosis (TB) pada anak

Percepatan pengentasan TBC dan penurunan stunting diperlukan penanganan lebih cepat melalui pemeriksaan berkala atau skrining pada anak. “Ciri-ciri anak pengidap TBC sering batuk pilek, berat badan tidak naik dan tidak mau makan sehingga anak mengalami stunting” ujar Hasto Wardoyo

Menurut ketua UKK Respirologi IDAI dan juga Project Leader Zero TB, dr Rina Triasih bahwasanya skrining TBC kepada anak stunting menjadi bagian paling penting penanganan masalah besar yang sedang dihadapi di Indonesia. “Walaupun belum diketahui pasti sejauh mana kasus TBC pada anak namun diharapkan percepatan eliminasinya bisa dilakukan” katanya

Dalam imbuhannya, kegiatan dalam peringati hari TBC sedunia menjadi momentum baik untuk penanganan TBC dan penurunan stunting pada anak. Bersama-sama berupaya program kolaborasi kedua fokus masalah utama ini bisa teratasi untuk Indonesia lebih baik

Kulon Progo menjadi daerah dengan penurunan stunting terbaik di wilayah DIY, tercatat pencapaian sebesar 14,9 persen angka stunting lebih cepat 2 tahun dari target nasional 2024 mendatang menurut hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada 2021

“Syukur Alhamdulillah target pencapaian stunting nasional sudah di dapat di Kulon progo, pencapaian ini terus menerus di turunkan. Mendukung program BKKBN Pusat” kata Bupati Kulon Progo, Sutedjo

Kiprah Muhammadiyah dalam program kerjasama pencegahan stunting dibangun atas dasar situasi kemiskinan di Yogyakarta menyebabkan munculnya stunting pada keluarga dhuafa, program yang di gagas Lazismu dinamakan Tingkatkan Kemampuan Gizi Seimbang (TIMBANG) telah dilaksanakan dan dijadikan isu penting bagi Muhammadiyah

Komitmen Muhammadiyah dalam upaya pencegahan stunting dengan memberikan sosialiasasi di tengah masyarakat, pemberian nutrisi gizi seimbang, pelayanan kesehatan dan program-program lainnya yang mendukung agar percepatan penurunan stunting secara nasional bisa terwujud.

Sumber: https://lazismudiy.or.id/bkkbn-dan-lazismu-diy-bantu-penanganan-tbc-pada-anak-stunting/



 

Sabtu, 19 Februari 2022

Rakerda 2022 Lazismu Kulon Progo targetkan 4,5M

 


SENTOLO - Lazismu Kulon Progo melaksanakan Rapat Kerja Daerah tahun 2022 di SMP Muhammadiyah 1 Sentolo pada Sabtu 18 Rajab 1443 H bertepatan dengan 19 Februari 2022. Tema yang diangkat kali ini adalah INOVASI SOSIAL UNTUK PENCAPAIAN SDG's.

Rapat kerja merupakan program kerja tahunan untuk evaluasi kegiatan tahun sebelumya dan merumuskan program kerja pada tahun yang akan datang. Peserta Rapat Kerja ini adalah selurus Badan Pengawas, Dewan Syariah, Badan Pengurus serta seluruh Kantor Layanan Lazismu se-Kulon Progo.

"Alhamdulillah penghimpunan ZIS, CSR dan DSKL Tahun 2020 Rp. 1.757.959.849,- adapun tahun 2021 mencapai Rp. 3.939.536.591,- ada kenaikan sebesar Rp. 2.181.576.742,- sekitar 224%." Sugiyanto, SE menyampaikan sambutan selaku Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kulon Progo.

Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulon Progo Dr. H. Muhammad Jumarin, M.Pd. menyampaikan, "PDM Kulon Progo mengapresiasi pencapaian Lazismu yang terus meningkat dari tahun ke tahun, kedepan diharapkan Lazismu bisa menjadi Menteri Keuangan Persyarikatan".

"Bagaimana Lazismu Daerah dan Kantor Layanan membangun trust di masyarakat? Salah satunya dengan mengikuti audit laporan keuangan oleh Akuntan Publik." dikatakan Cahyono, S.Ag. Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY dalam sambutannya.

"Inovasi sosial untuk SDG's, yaitu bagaimana munculnya ikon program yang diseriusi untuk mengentaskan kemiskinan, tidak hanya untuk santunan saja, tapi program berkelanjutan yang lebih banyak ke pemberdayaan." tambah Cahyono.

Lazismu Kulon Progo menargetkan perolehan ZIS dan DSKL tahun 2022 sebesar Rp 4,5 Milyar. Dalam kesempatan ini juga diserahkan secara simbolis SK Pendirian Kantor Layanan Lazismu Wates Selatan dan juga dukungan ATK Kantor Layanan untuk mengikuti audit atas laporan keuangan tahun 2021. (her)

Senin, 24 Januari 2022

2022 Target Capaian 45 Miliar, Lazismu DIY: Menargetkan diri dan Menargetkan untuk Umat

 

 

Yogyakarta – Acara penutupan Rakerwil Lazismu DIY yang bertempat di Tjokro Style Hotel menghasilkan rencana target capaian perolehan selama tahun 2022 sebanyak 45 miliar yang dihimpun dari lima daerah/kota di wilayah D.I. Yogyakarta di sampaikan pada hari Minggu (23/1).

Peningkatan total sebanyak 17 persen dari tahun sebelumnya 2021, maka setiap daerah/kota memiliki prosentase kanaikan antara 10 – 25 persen. Dari hasil kenaikan tersebut maka daerah Sleman menjadi target pencapaian tertinggi yaitu sebanyak 11 miliar, kemudian di susul oleh Bantul sebanyak 10,8 miliar, kantor wilayah Lazismu DIY sebanyak 9,3 miliar, kota Yogyakarta 5,7 miliar, daerah Kulon Progo sebanyak 4,4 miliar dan daerah Gunungkidul sebanyak 4,3 miliar.

“Penghimpunan kolaborasi setiap daerah ini akan diterjemahkan ke kantor layanan Lazismu tingkat ranting, cabang dan daerah maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dibawah SK pimpinan persyarikatan setempat” ujar Cahyono ketua Lazismu DIY.

Dalam imbuhannya, amil Lazismu mempunyai peran sangat strategis dan penting memiliki ciri khas sebagai warga Muhammadiyah yang sedikit bicara banyak bekerja, dan menjaga ciri khas itu dengan tidak mengenal lelah dan ikhlas mengabdi. “Menargetkan diri dan menargetkan untuk umat” katanya.

Selain menghasilkan target pencapaian penghimpunan, Lazismu DIY dalam acara Rakerwil mendapati capaian penyaluran melalui program inovasi seperti tema yang diangkat yaitu, “Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs”.

Hasil pembahasan Rakerwil Lazismu DIY dalam sidang pleno diputuskannya beberapa kesepakatan bahwasanya, memaksimalkan pendirian dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Amil di Kantor Layanan Lazismu tingkat cabang, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Non AUM sebagai pengembangan capaian penghimpunan dan penyaluran secara merata.

Terdapat 140 kantor layanan Lazismu di DIY aktif melakukan aktivitas penghimpunan dan penyaluran maka sebagai bentuk pertanggung jawaban mengelola dana keumatan sosial secara keseluruhan wajib melaporkan penggunaan secara transparan dan akuntabel melalui pelaksanaan audit eksternal setiap tahunnya.

Gerakan inovasi pengentasan kemiskinan dilakukan oleh Lazismu melalui kesepakatan setiap kantor layanan tingkat cabang dan daerah sesuai kemampuannya dengan menjalankan enam pilar seperti, pilar pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dakwah, kemanusiaan dan lingkungan.

Setiap pilar terdapat program-program kreatif penyaluran dengan membawa ciri khas setiap daerah, sehingga dalam penyaluran dilakukan secara terukur, tepat sasaran dan memberikan kemanfaatan lebih luas. Terdapat dua jenis program, yaitu program konsumtif dan produktif.

Ketua Lazismu DIY bapak Cahyono dalam sambutannya menyampaikan isu-isu masalah yang harus diselesaikan secara bersama-sama. “Isu kemiskinan di DIY mencapai 12 persen melebihi tingkat kemiskinan secara nasional yaitu 10 persen, dan juga isu lingkungan seperti penutupan TPST Piyungan yang tidak menerima sampah lagi karena sudah melebihi kapasitas” ujarnya

Dalam tambahannya, perlu adanya inovasi gerakan sosial untuk menyelesaikan masalah isu tersebut. Contoh yang diberikan adalah dengan mengelola sampah organik menjadi pupuk dan non organik menjadi pengolahan bahan baku bangunan atau peralatan rumah tangga dengan pengadaan alat pemilah dan mengolah sampah plastik.

Apresiasi datang dari Bendahara PWM DIY untuk Lazismu tentang inovasi gerakan, menurutnya pencapaian dalam satu tahun kedepan harus adanya perencanaan dan evaluasi sehingga inidikator pencapaian bisa terlaksana dan juga harus menyesuaikan perubahan zaman begitu cepat.

“Perubahan sudah sangat cepat, menuntut Lazismu harus lebih cepat dengan digitalisasi terus digalakkan dengan inovasi bergerak dan terus bergerak sehingga penghimpunan dan penyaluran ke penerima manfaat semakin maksimal” kata Dede Haris Sumarno.

Selain itu dalam acara penutupan Rakerwil Lazismu DIY, diberikan penghargaan Lazismu Award kepada Kantor Layanan dan Kantor Daerah Lazismu atas prestasi dalam kinerja selama tahun 2021 melalui program-program penghimpunan dan penyaluran secara kreatif. Lazismu Daerah Sleman menjadi Kantor Lazismu Daerah terbaik.

“Ucapkan terimakasih kepada Kantor Layanan Lazismu yang berada di wilayah Sleman yang telah merumuskan dan menghimpun atas capaian yang didapat, semoga hasil usaha yang didapat ini bisa lebih semangat dan mustahik atau penerima bisa menerima manfaat sesuai hak-haknya” kata Arif ketua Lazismu Daerah Sleman.

Minggu, 12 Desember 2021

Lazismu Diharapkan Semakin Kuat Berperan Dalam Pelayanan ZIS



MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Lazismu diharapkan semakin kuat dalam kelembagaan yang berintegrasi pada perannya untuk menangani Zakat Infaq Sadaqah (ZIS). Begitu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Jumat (10/12).

Menurut Haedar, bagaimanapun Lazismu adalah Lembaga krusial yang harus amanat dan terpercaya karena membawa harta dari kaum muslimin yang berkomitmen untuk misi-misi Islam dan kemanusiaan.

Maka, Lazismu sepatutnya menyadari bahwa harta-harta yang dikelola itu memiliki nilai-nilai ilahiyah dan transendensi yang terkait dengan hubungan dengan Tuhan (Habluminallah).

“Kita menjaga dan merawatnya begitu rupa dan kita menjadi perantara dari muzakki dan mustahiq itulah yang penting,” tutur Haedar.

Maka dalam hal ini, Muhammadiyah berterimakasih kepada seluruh aktivis dan penggerak Lazismu dari tingkat bawah hingga atas segala pengkhidmatan yang amanah.

“Sehingga InsyaAllah semua yang terlibat di Lazismu selain dengan kemampuan masing-masing bergerak di bidangnya tetapi lebih dari itu kita sedang bertransaksi dengan Allah untuk memperoleh amal yang terbaik,” kata Haedar, dalam acara Pembukaan Rakernas Lazismu 2022 secara daring.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Lazismu Pusat Mahli Zaenudin Tago, Peserta dari Pimpinan Lazismu seluruh Indonesia, dan tamu undangan lainnya.

Berita

Senin, 06 Desember 2021

KULON PROGO PEDULI ERUPSI SEMERU

Dengan semangat memberi untuk negeri, Muhammadiyah akan terus menyalurkan amanah dari para donatur dengan berdaya guna dan tepat sasaran.
Mari bantu mereka yang terdampak bencana di Indonesia bersama Lazismu dalam program Indonesia Siaga. Salurkan donasi terbaik melalui rekening:

💳 BSI: 1144 7744 40   
a/n LAZISMU KULON PROGO   
💳 BPD DIY S: 801 211 016 053   
a/n LAZISMU   
💵 Setor tunai ke BMT Arafah


Konfirmasi WA: wa.me/6282264666499


Sabtu, 22 Mei 2021

Belasan Warga Isolasi Mandiri Di Kokap mengeluh, ternak mereka kekurangan makanan

 


Kokap - Setidaknya ada 11 warga di RT 32 Pedukuhan Kadigunung, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo mengeluhkan selama menjalani isolasi mandiri hewan ternak hingga sampai saat ini terlantar.

“Ya ada yang mengeluh, sekitar 11 KK, mereka tidak dapat merumput karena sedang menjalani isolasi mandiri terpapar Covid-19, sehingga butuh bantuan untuk makan ternaknya,” dikatakan Suswantoro Wakil koordinator Posko Penanganan Covid-19 RT 32 Kadigunung Hargomulyo, Sabtu, 22 Mei 2021.

Suswantoro menambahkan mengenai bantuan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di RT 32 Pedukuhan Kadigunung, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo sudah tidak bermasalah, yang menjadi permaslahan yakni hewan ternak mereka, pakan yang biasa untuk ternak sudah habis, akan meruput warga baru menjalani isolasi mandiri.

Sementara Koordinator MDMC Kulon Progo Sunar Wibawa setelah melaksanakan koordinasi dengan Posko Penanganan Covid di tingkat Kalurahan maupun Posko penanganan Covid RT 32 dan berkoordinasi dengan tim gugus tugas Penanggulangan Bencana LazisMu Kabupaten pada Sabtu, 22 Mei 2021 mendistribusikan satu bak truck pakan ternak warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Setelah melalui beberapa rebuk, memang kenyataan ternak mereka kekurangan makan, jadi kami segera mengambil inisiatitif untuk meringankan beban mereka,” tambah Sunar. (yah)

http://www.kabarno.com/belasan-warga-isolasi-mandiri-di-kokap-mengeluh-ternak-mereka-kekurangan-makanan/

Warga Palestina Ucapkan Terima Kasih Kepada Muhammadiyah



Aktivis kesehatan Palestina di Gaza yang terdiri dari dokter dan tenaga medis mengucapkan terima kasih kepada Persyarikatan Muhammadiyah dan Lazismu yang telah menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia.

Pihaknya menyebut bahwa korba-korban di Palestina telah menerima bantuan obat-obatan dan makanan dari Lazismu. Bantuan tersebut telah disalurkan di Rumah Sakit Shifa Hospital dan Jabalia Medical Center.

“Dari lubuk hati yang paling dalam kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini bisa membantu pengobatan para korban yang ada di Palestina,” ujarnya dengan Bahasa setempat sambil membawa tanda serah terima yang bertuliskan “BANTUAN RAKYAT INDONESIA UNTUK PALESTINA”.

Sebagaimana diketahui, Lazismu melalui program Muhammadiyah Aid telah menyalurkan bantuan 1000 paket makanan dan 300 paket alat medis di Rumah Sakit Shifa Hospital dan Jabalia Medical Center pada hari Kamis, (20/5).

Bantuan tersebut disalurkan oleh relawan Lazismu yang berada di Gaza. Pada hari yang sama, relawan Lazismu di Gaza juga tengah menyiapkan 2000 paket makanan untuk kebutuhan dasar masyarakat di Palestina yang sedang terdampak agresi militer Israel.

“Kita lagi siapkan 2000 paket makanan lagi di Gaza. Paket makanan itu kita kemas di Gaza. Isinya sembako dan kebutuhan pokok,” ujar Muhammad Sabeth Abilawa, Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sebagaimana diketahui, setidaknya 222 orang telah tewas dalam pemboman Israel di Gaza, menurut otoritas kesehatan, termasuk 63 anak-anak. Sementara itu, sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan roket di Israel, termasuk dua anak.

Serangan Israel di Gaza telah menyebabkan beberapa bangunan bertingkat tinggi menjadi sasaran, termasuk blok menara al-Jalaa yang menampung kantor media internasional.

Para pendukung kebebasan pers mengutuk serangan itu sebagai upaya untuk membungkam jurnalis.

Israel juga menghancurkan gedung perkantoran al-Jawhara dan al-Shorouk di Kota Gaza, yang menampung lebih dari selusin media internasional dan lokal. (Lazismu.org)

Senin, 01 Maret 2021

Sosialisasi pengeboran sumur

NANGGULAN - Pada hari Ahad malam Senin 28 Februari 2021 terlaksana sosialisasi pembuatan sumur Bor dalam bertempat di Masjid Al Huda Ngangin Angin Banyuroto Nanggulan. Acara dihadiri Lazismu Kulon Progo, MDMC Kulon Progo, Perangkat desa, Takmir Masjid Al Huda, jama'ah masjid dan masyakarat sekitar.
Mengingat lokasi ini sering mengalami kekeringan kami laksanakan program sumur bor di Masjid Al Huda untuk bisa dimanfaatkan jama'ah masjid dan seluruh penduduk sekitar. Pengerjaan akan dimulai Senin 1 Maret 2021 oleh MDMC Kulon Progo.
Pembuatan sumur bor ini merupakan wakaf dari Majelis Telkomsel Taqwa melalui Lazismu Pusat.
Semoga bermanfaat.


 
 

Senin, 01 Februari 2021

Baznas Rakor dengan Lazismu dan Lazisnu

 


Baznas Kabupaten Kulonprogo melakukan rakor dengan Lazismu dan Lazisnu, Kamis (28/01/2021) di RM Dapur Semar Wates. Hadir Asisten I Setda H Jumanto SH dan Kabag Kesra Setda Drs H Jazil Ambar Wasan.

Dalam kesempatan itu Lazisnu menyerahkan laporan keuangan tahun 2020 kepada Baznas. Penyerahan laporan keuangan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) ini merupakan aturan dari Baznas Pusat. Terkait laporan keuangan LAZ tahun 2020, khusus zakat Lazismu mencapai Rp 1,7 miliar, sedangkan Lazisnu (ada zakat maal, zakat fitrah, kurban) sejumlah Rp 10,1 miliar.

Menurut Ketua Baznas Kabupaten Kulonprogo Drs H Abdul Madjid, koordinasi dengan LAZ wajib dilakukan sesuai ketugasan dari Baznas. Untuk di Kulonprogo LAZ yang terdaftar resmi adalah Lazismu dan Lazisnu. "Mereka sudah melengkapi syarat izin operasional LAZ di Kulonprogo dan izin dari Kemenag juga sudah terbit beberapa tahun lalu. Kami dalam hal ini hanya merekomendasi saja," ujarnya.

Dalam koordinasi ini, dikatakan Abdul Madjid, Baznas mendapat informasi terkait berbagai program yang sudah dan akan dijalankan oleh LAZ, capaian, dan beberapa kendala di Lapangan. "Kami berterima kasih atas informasi-informasi yang telah disampaikan," ucapnya.

Asda 1 Setda H Jumanto SH menguraikan perjuangan pemkab dalam menyadarkan para ASN untuk membayar zakat secara rutin dengan surat edaran bupati. "Kami harus melalui berbagai hal, tapi alhamdulillah kesadaran ASN membayar zakat ini sekarang saat ini sudah berjalan dengan lancar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ASN," tutur Jumanto.

Kabag Kesra Setda Jazil Ambar Wasan menyoroti terkait maraknya kotak amal/infak yang diantaranya berasal dari luar Kulonprogo atau DIY. "Perlu koordinasi lintas sektor untuk menertibkan itu. Kita harus mengutamakan Bela Beli Kulonprogo dulu," ujarnya.

https://www.baznas.kulonprogokab.go.id/article-495-baznas-rakor-dengan-lazismu-dan-lazisnu.html

Senin, 19 Oktober 2020

MDMC Bangun Mushalla di Hargotirto Kokap Kulon Progo

 

Di tengah pandemi Covid-19 dengan semangat yang luar biasa Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) membangun Mushalla di Pedukuhan Tirto, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Meskipun disaat ini Masjid, Mushalla dan tempat ibadah lainnya tidak di manfaatkan, kita tetep percaya kedepan akan dimanfaatkan,” kata Budi Setiawan.
Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah Minggu, 18 Oktober 2020.

MDMC membangun Mushalla dan fasilitas lainnya untuk kedepan, dan harapannya Mushalla Tangguh ini akan di manfaatkan oleh banyak umat, disamping tempatnya nyaman dan jauh dari keramaian. Dan sebentar lagi kawasan ini akan seramai di kota, menurut informasi dikawasan ini salah satu jalur obyek wisata kawasan Borobudur.

Mushalla dengan ukuran 6 x 6 meter tersebut diberi nama Mushalla Tangguh, yang berada di Pedukuhan Tirto, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Mushalla juga dilengkapi dengan bak air umum untuk warga yang membutuhkan apabila musim kemarau nanti.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua MDMC Pimpinan Muhammadiyah Pusat dan dilanjutkan dengan pengajian.

Senin, 14 September 2020

KL Lazismu Temon salurkan ZIS triwulanan




Dalam masa pandemi Covid-19 ini KL Lazismu Temon tetap melaksanakan kegiatan rutin pentasharufan dana ZIS triwulanan untuk guru dan karyawan PAUD, TK ABA, SD Muhammadiyah dan SMP Muhammadiyah se-Cabang Temon.

Pentasharufan untuk  59 guru dan karyawan ini dilaksanakan pada Senin 14 September 2020 bertempat di Kantor PCM Temon, dihadiri perwakilan dari masing-masing sekolah.




Sabtu, 08 Agustus 2020

Pekan Khitan Milad ke-111 Muhammadiyah

 

Kulon Progo - Pekan khitan dalam rangka Milad ke-111 Muhammadiyah dan memperingati Kemerdekaan RI ke-75 diselenggarakan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Wilayah DIY bekerjasama dengan Lazismu. Upacara pembukaan dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2020) secara online diikuti oleh lima PDM se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan secara serentak di amal usaha kesehatan Muhammadiyah se-DIY ini sebagai semangat dakwah dan gebyar persyarikatan Muhammadiyah. “Sekaligus menyosialisasikan amal usaha kesehatan,” kata Dr Ahmad Faesol, Sp.Rad, MMR, Ketua MPKU Wilayah DIY.

Di sisi lain, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Gita Danupranata, SE, MM, menyampaikan, dengan kegiatan ini semoga keberadaan Muhamadiyah manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. “Terutama di saat pandemi Covid-19,” tandas Gita Danupranata.

Muh Farid dari PD Muhammadiyah (PDM) Kulonprogo menyampaikan, khitanan masal ini sangat membantu apalagi di musim pandemi seperti ini, anak-anak masih belajar dari rumah, sehingga tidak mengganggu. Kuota yang disediakan MPKU sejumlah 50 anak, namun karena antusias dari masyarakat cukup tinggi sehingga peserta terdaftar di Kulon Progo melebihi kuota hingga berjumlah 75 anak.  Khitanan massal dan akan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Klinik Pratama Muhammadiyah Wates pada 8 Agustus 2020 dan di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan pada 16 Agustus 2020, adapun kuota tambahan dilaksanakan pada 15 Agustus 2020 bersamaan di kedua RS tersebut.

Semoga Muhammadiyah semakin mencerahkan dan berkemajuan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-75. Semoga segera bangkit, aman, salamat dan sejahtera Indonesia. (her)


Jumat, 26 Juni 2020

Berkurban di Masa Pandemi Sesuai Manhaj Tarjih



MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA—Selain ibadah haji dan salat Iduladha, ritual ibadah umat Islam yang dilaksanakan pada bulan Zulhijjah adalah berkurban atau Udhiyah. Hukum ibadah kurban adalah sunah muakadah bagi muslim yang telah memiliki kemampuan untuk berkurban dengan tata cara sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Hukum ibadah kurban adalah sunah muakadah merujuk pada hadis “Dari Ummu Salamah (diriwayatkan), bahwasanya Nabi saw bersabda: Apabila telah masuk hari kesepuluh (bulan Zulhijah), dan salah seorang darimu ingin berkurban, maka ia tidak memotong rambut dan kukunya” (HR. Muslim).

“Dari Ibn ‘Abbās (diriwayatkan) ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Ada tiga hal yang wajib untukku dan sunah untukmu yakni salat witir, menyembelih kurban dan salat duha”, (HR Aḥmad).

Dalam Edaran PP Muhammadiyah no 06/EDR/I.0/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah Puasa Arafah, Iduladha, Kurban, dan Protokol Ibadah Kurban pada Masa Pandemi Covid-19, menyebut bahwa, Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa, karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban.

Terkait penjelasan diatas, pelaksanaan ibadah kurban harus memperhatikan milai-nilai dasar (al-qiyam alasāsiyyah) dan asas-asas umum (al-uṣūl al-kulliyyah) agama Islam sebagai berikut. Pertama adalah nilai dasar saling membantu (at-taʻāwun) sebagaimana ditegaskan dalam al Qur’an Surat al Ma’idah (5) ayat 2.

Kedua, nilai dasar solidaritas dengan merujuk pada hadis “barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesengsaraan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesengsaraan hari kiamat, dan barangsiapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sedang mengalami kesukaran, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat…..” (HR. Muslim).

Selanjutnya yang ketiga adalah asas kemanfaatan sebagai turunan dari nilai dasar solidaritas sosial, “Yang lebih penting didahulukan dari yang penting.” Berdasarkan nilai dasar dan asas umum agama Islam di atas, maka terkait pelaksanaan ibadah kurban di masa pandemi Covid-19 dituntunkan sebagai berikut:

Bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi Covid-19 sekaligus mampu berkurban, maka dapat melakukan keduanya. Membantu duafa maupun berkurban keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan.

Namun apabila ada yang berkurban maka dapat dilakukan alternatif berikut ini dengan urutan skala prioritas. Misalnya kurban sebaiknya dikonversi berupa dana dan disalurkan melalui Lazismu untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar atau diolah menjadi kornet (kemasan kaleng).

Penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) agar lebih sesuai syariat dan higienis. Serta, jumlah hewan yang disembelih di luar RPH hendaknya dibatasi (tidak terlalu banyak) untuk menghindari kemubaziran dan distribusi yang merata, disembelih oleh tenaga profesional, mengurangi kerumunan massa, dan pemenuhan protokol kesehatan yang ketat sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan bersama.

Akan tetapi jika hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (ṣāhibul-qurbān). Dan pembagian daging kurban diantar oleh panitia ke rumah masing-masing penerima dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sumber: muhammadiyah.id

Sabtu, 13 Juni 2020

MDMC KULON PROGO BANGUN MUSHOLLA TANGGUH

KOKAP- Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) LPB PP Muhammadiyah membangun Mushola tangguh di Pedukuhan Tirto, Kalurahan Hargotirto Kapanewon Kokap pada Sabtu (13/6/2020). Pembangunan mushola yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang oleh Ketua MDMC pusat, H. Budi Setiawan. ST ini, selain dihadiri oleh Wakil Ketua PWM DIY, Arif Jamali Muis, M.Pd, Ketua PDM Kulonprogo Dr H.M. Jumarin, M.Pd juga disaksikan oleh jajaran PCM, PCA, Lazismu serta puluhan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Ketua MDMC LPB PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa tangguh merupakan semangat untuk menghadapi tantangan dan cobaan, salah satunya dalam menghadapi wabah covid 19 seperti saat ini. “Pembangunan musholla ini menjadi kelanjutan dari pembuatan sumur bor diwilayah ini, pada beberapa waktu lalu,” ungkap Budi.

Setidaknya terdapat 13 titik sumur bor yang dibangun oleh MDMC dan tersebar di 5 kapanewon di Kabupaten Kulonprogo, yakni Kapanewon Kokap, Kalibawang, Sentolo, Samigaluh serta Kapanewon Panjatan. Terpisah Sekretaris PDM Kulonprogo, Burhani Arwin menuturkan, program ini merupakan kerjasama antara MDMC pusat dan daerah yang juga didukung oleh LLHPB ‘Aisyiyah, Lazismu serta masyarakat setempat. “harapan kami dalam tiga bulan kedepan musholla ini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Mushola ini dibangun diatas tanah wakaf milik salah seorang warga seluas 135 meter persegi dengan ukuran bangunan 6 x 9 meter dan menghabiskan biaya sebesar Rp.136 juta. Direncanakan usai tempat ibadah ini selesai dibangun maka bakal diramaikan dengan kegiatan pengajian rutin maupun pengajian TPA. (bsm)

sumber: https://beritakulonprogo.info/peristiwa/mdmc-bangun-musholla-tangguh/